Keberhasilan seorang pengarang dalam
menyajikan cerita rekaan tercermin melalui setiap pengungkapan setiap unsur
ceritanya. Satu diantaranya adalah ketepatan pelukisan tokoh cerita, baik
watak, pribadi, dan rupa sang tokoh tergambar sedemikian rupa dapat berterima
oleh penikmat sastra dan/ atau pembaca. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah
bagaimana cara pengarang melukiskan watak tokoh tersebut? Pastinya setiap
pengarang memiliki imajinasi, fantasi, dan kreatifitas tersendiri. Hal itu
dapat terlihat dengan cara sebagai berikut.- Pengarang secara langsung melukiskan bentuk lahir tokoh, seperi raut wajah, bentuk tubuh, rambut, dll.
- Pengarang melukiskan jalan pikiran tokoh atau yang terlintas dalam pikirannya, seperti seorang tokoh berkeinginan menjadi seorang pemimpin Negara.
- Pengarang melukiskan lewat reaksi tokoh terhadap kejadian baik yang dialami maupun tidak.
- Pengarang melukiskan keadaan sekitar tokoh. Hal ini berkaitan erat dengan latar tokoh. Misalnya, keadaan kamar tokoh yang kotor mencerminkan seorang tokoh yang malas, jorok, dll.
- Pengarang melukiskan pandangan seorang tokoh terhadap tokoh lain.
- Pengarang melukiskan atau menciptakan dialog antar tokoh tentang keadaan, watak, atau pribadi tokoh lain.
- Secara analitik; adalah pelukisan tokoh cerita yang dilakukan dengan memberikan deskripsi, uraian, dan penjelasan secara langsung.
- Secara dramatic; adalah penggambaran watak secara tidak langsung. Hal ini dapat diketahui melalui (a) dialog atau cakapan antar tokoh, (b) tingkah laku, (c) pikiran dan perasaan tokoh, (d) arus kesadaran, (e) reaksi tokoh, (f) reaksi terhadap tokoh lain, (g) pelukisan latar, dan (h) pelukisan fisik.
Tag :
Prosa
0 Komentar untuk "Teknik Pelukisan Tokoh Cerita Rekaan"